assalamualaikum..... sudah lama pena ini tidak nenari - nari ats keybord.. agak kaku dan satu persatu kena belajar balik. agak susah jgk, tp x ada benda mustahil klau nk blja.... mugkin ada org tertanya - tanya sape sebenarnya aku kn... aku hanya insan y biasa tampa apa2 pn.. dilahirkan di muka bumi sebagai hamba allah seperti manusia biasa y penuh tgjwb n y pasti pasti akn tempuh mcm2 dugaan di dunia y fana. biasa lah kalau tak ada dugaan tak akn adanya kehidupan..
nama di diberi agak panjang, nak tahu ke nama penuh sy.. x payah lakan... nama samaran sy "eira". dulu sy sekolah di sekolah y biasa sahaja berhampiran dengan rumah saya. masuk sekolah menengah sy pn sek biasa jgk, alasan tak nak ddk asrama.... hbs je zaman sekolah aku telah mndapat tawaran msk upm.. setelah berada di upm ada seorang hamba allah kenalkan aku ttg elife... waw apa 2 elife.... aku dengan tidak tahu apa2 trs ikut shaja... waktu kali pertama dtg aku masih ingat ramai sangat org y dtg dngan berpakain segak dan menarik.. aku tertanya2 siapakah smua org ini? aku pn tak tahu apa2... tp just follow jew...
Alhamdulillah aku jumpa family y kedua dkt sini dan jugak aku dapat kawan -kawan serta y paling berharga aku dapat seorang kakak, adk,mak,sahabat yang sanggup susah senag dekat sini... orang y aku cerita itu sudah tertu org y paling aku sayang dan hargai.. bagi aku insan ini teramat mulia, tiada kata2 y nk dibandingkan... aku rasa tidak akn ada sahabat dkt luar seperti insan ini..aku masih ingt lagi hari pertama aku jejak kaki the weld, wanita ini org pertama y aku jmpa.. ari pertama bercakap aku mula tertarik n rasa senang hati utk jumpa beliau... tampa pertalian drah apa2 pn, tapi rasanya terllau akrab.. aku sangant2 bersyukur dan berterima kasih pada insan ini krana sanggup percaya n kutip aku bila disaat orang tidk percaya akn aku.. aku tahu bkn sng utk membesar dan menddik aku..... erm nak tahu sape insan spesial tggu di slot y kedua.... next slot aku akan pamerkan org2 y teristimewa dlm hdp aku... nk cerita banyak x best klau gambar beliau xada kan... insyaallah di next blog aku akan tampilkan......
sory kawan2 baru jer pndai nk nenulis di blog.... bila kita keep buat n belajar akhirnya kita pun akan dapat apa yang kita nak. keep moving foword, never give up, pasti akan ada hasil.... kejayaan tidak akn datang bergolek, kejayaan perlu dipaksa dan berusaha. sama2 kita berusaha untuk mencapai kejayaan.
.:Novela-Seorang-Insan:.
KENTAL itu DIHATI:KUAT itu DIMINDA:SAKIT itu PASTI:KEJAYAAN mendatang JUA
Monday, 17 June 2013
Wednesday, 12 June 2013
Tuesday, 11 June 2013
Sahabat( one community worldwide)
- Menghargai Seorang Sahabat
- Salam dan selamat sejahtera kepada semua manusia yang masih wujud di
alam maya ini. Semoga anda sihat-sihat belaka dan ceria mengharungi
kehidupan dunia y fana.
- matahari petang makin terbenam, cahaya di langit menjadi kemerah-merahan memecah langit dan alam semester. Menandakan keEsaan Allah yang menyatakan
matahari untuk teus bersinar, atau awan yang melindunginya, atau hujan
yang turun membasahi bumi selayaknya.
- Betapa besarnya kuasa tuhan yang Maha Menciptakan. Dia menciptakan
segala kemudahan, siang dan malam, langit dan bumi, hujan dan panas,
darat dan air, semuanya untuk kemudahan dan keperluan manusia untuk
digunakan seharian.
- Bersyukur kepada Allah s.w.t yang memberikan segala-galanya.
Bayangkanlah, sekiranya hanya hujan tiada di muka bumi ini, manusia
semuanya akan menderita. Ketika itu, komputer tidak lagi berguna, makan
tidak lagi sedap, tidur tidak lagi lena, dan semuanya serba kekurangan.
Manusia semua akan menderita. Bagaimana lagi kemampuan terkologi untuk
menurunkan hujan dari langit yang biru? Bagaimana teknologi ingin
hasilkan air untuk manusia dan hidupan lain dapat minum?
- Belum lagi cerita tiada air di lautan, tiada tanah dan daratan,
matahari 1 bulan tak bersinar, dan bulan tidak kunjung-kunjung tiba di
waktu malam.
- Semuanya berlaku dan bergerak dengan kehendak dan keizinan Allah s.w.t.
- Kerana itu, kalimah syukur sentiasa perlu menitir di bibir dan
bersujud kepada Ilahi. Sujud syukur sentiasa perlu dilakukan kerana
menandakan terima kasih kita kepada Ilahi. Pujian-pujian perlu sentiasa
diingati dan dilafazkan setiap hari.
- “Ya Allah, aku bersyukur akan nikmat yang Engkau kurniakan kepadaku.
Betapa besar dan agung-Nya kurniaan-Mu, tetapi betapa kerdil-Nya diriku.
Tidak pernah hati benar-benar taat, takut dan harap kepada-Mu.
Ampunkanlah kelemahanku. Dengan keizinan-Mu, aku akan sentiasa
memperbaiki diri. Amin.”
- Menghargai. Perkataan pendek dan ringkas, tetapi besar maknanya.
Malah, bukan semua orang mampu menghargai orang lain. Tidak semua
mempunyai sifat dan tingkah laku yang sama. Setiap orang ada cara dan
tindakannya.
- Daku sendiri pun tidak pandai sangat sebenarnya untuk menghargai akan
orang lain. Teringat lagi, apabila ketika jumpa community ini, tidak pndai utk menghargai apa y ada. alhamdulillah setelah bertemu dengan community ini aku mula meghargai apa y ada pada diri sndri, family, rakan, dan orang sekeliling. one community bnyak mngajar aku tentang meghargai apa y ada.
- Daku cuba menghargai mereka dengan berterima kasih, berbuat baik,
bertanya khabar dan sebagainya. Kerana dengan cara bertanya khabar,
mengambil berat akannya, berterima kasih dan tidak terputus hubungan
walaupun di mana sahaja akan terasa penghargaan tindakan dan
kehadirannya.
- Bukan itu sahaja, doa yang paling penting sebenarnya. Kerana, setiap
pertemuan dan perpisahan semuanya adalah dalam ketentuan Allah. Dia yang
menghidupkan, jadi Dia juga yang akan mematikan. Semuanya dalam takdir
Allah. Tiada satu pun terlepas dari pengetahuan dan ilmu-Nya. Jadi,
Allah yang menemukan antara sesama manusia. Dengan doa, maka kita juga
telah menjalinkan hubungan dengan Allah dengan mendoakan kepada manusia.
- Menghargai juga ada banyak kategori. Sudut dan kaedah setiap kategori
juga berbeza. Untuk kali ini,daku ingin berkongsi erti menghargai
antara sahabat. Besar nilainya dan kesannya dalam kehidupan. Tetapi
siapakah sebenarnya manusia kini yang boleh diistilahkan sebagai
sahabat? Kenapa begitu tinggi penghargaan kepada seorang sahabat?
- Suatu kisah. Di tanah Kurdistan, ada seorang raja yang adil dan
shalih. Dia memiliki putra; seorang anak lelaki yang rupawan, pemberani,
cerdas dan patuh. Detik-detik yang paling membahagiakan raja adalah,
ketika dia mengajari anaknya itu membaca kalam ilahi Al-Qur’an Al-Karim.
Sang raja juga menceritakan kepadanya kisah-kisah kepahlawanan para
panglima dan tentaranya di medan pertempuran. Anak raja yang bernama
Said itu, sangat gembira mendengar penuturan kisah ayahnya. Said merasa
sangat jengkel jika di tengah- tengah ayahnya bercerita, tiba-tiba ada
saja yang mengganggunya atau memutuskannya.
- Tidak jarang, ketika sedang asyik menghayati cerita ayahnya, dengan
tiba-tiba pengawal memberitahukan bahwa ada tamu penting yang harus
ditemui oleh raja. Sang raja paham apa yang dirasakan anaknya.
- Dengan bijak, ayahnya memberi nasihat kepada putranya, “Anakku Said,
sudah waktunya kau mencari sahabat sejati yang setia dalam suka dan duka
serta menjadi ubat bagimu. Seorang sahabat yang baik, yang akan rela
membantumu untuk menjadi orang baik dan berguna. Sahabat sejati yang
kau ajak saling mencintai untuk surga.”
- Said terkejut dan penuh tanya mendengar perkataan ayahnya yang bijak itu.
- “Apa maksud Ayahanda dengan sahabat yang boleh diajak saling mencintai untuk surga?” tanya Said penuh penasaran.
- “Dia adalah sahabat sejati yang benar-benar mahu bersahabat dengan
dirimu, bukan karena derajatmu, akan tetapi karena kemurnian cinta itu
sendiri, yang terbentuk dari keikhlasan hati. Dia mencintaimu kerana
Allah. Dengan dasar itu, kau pun mencintainya dengan penuh keikhlasan;
kerana Allah. Kekuatan cinta kalian akan melahirkan kekuatan yang luar
biasa yang membawa manfaat dan kebaikan. Kekuatan cinta itu pula akan
bersinar dan membawa kalian masuk ke dalam jannah atau surga.”
- “Bagaimana cara mencari sahabat sejati itu, wahai Ayahanda?” tanya Said.
- Sang raja menjawab, “Kamu harus menguji orang yang hendak kau jadikan
sahabat sejati. Ada sebuah cara menarik untuk menguji mereka. Undanglah
sesiapa pun yang kau anggap sesuai, untuk menjadi sahabatmu saat makan
pagi di sini, di istana. Jika sudah sampai di sini, hulurkanlah dan
pelawalah dia ketika di waktu penyajian makanan. Biarlah mereka semakin
lapar. Lihatlah apa-apa yang kemudian mereka perbuat. Saat itu,
rebuslah tiga butir telur. Jika ia tetap bersabar, hidangkanlah tiga
telur itu kepadanya. Lihatlah, apa yang kemudian yang mereka perbuat!
Itulah cara yang paling sederhana bagimu. Syukur, jika kau boleh
mengetahui perilakunya lebih dari itu.”
- Said sangat gembira mendengar nasihat dari ayahandanya seorang raja
yang shalih. Dia pun mulai melakukan apa yang dikatakan ayahandanya,d ia
mempraktikkan cara mencari sabahat sejati yang cukup langka itu.
Mula-mula, ia mengundang anak-anak para pembesar kerajaan satu persatu.
Sebahagian besar dari mereka marah-marah karena hidangan tidak
keluar-keluar. Bahkan, ada yang pulang tanpa izin dengan hati kesal, ada
yang memukul meja, ada yang melontarkan kata-kata kesat dan mencaci
maki karena terpaksa terlalu lama menunggu hidangan.
- Di antara teman anak raja itu, ada seorang yang bernama Adil. Dia
anak seorang menteri. Said melihat, sepertinya Adil anak yang baik hati
dan setia. Maka, dia ingin mengujinya. Diundanglah Adil untuk sarapan
pagi. Adil memang lebih sabar dibandingkan anak-anak pembesar
sebelumnya. Dia menunggu keluarnya hidangan dengan setia. Setelah
dirasakan cukup, said mengeluarkan sebuah piring berisi tiga telur
rebus.
- Melihat itu, Adil berkata keras, “Hanya ini sarapan kita? Itu tidak cukup mengisi perutku.”
- Adil tidak mau menyentuh telur itu. Dia pergi begitu saja
meninggalkan Said sendirian. Said terdiam. Tidak perlu meminta maaf pada
Adil karena telah meremehkan hidangan itu yang telah direbus oleh Said.
Dia mengerti Adil tidak lapang dada dan tidak cocok menjadi sahabat
sejatinya.
- Hari berikutnya, dia mengundang anak seorang saudagar terkaya. Tentu
saja, anak saudagar itu sangat senang mendapat undangan makan pagi dari
seorang pangeran. Pada malam harinya, sengaja dia tidak makan agar
paginya bisa makan sebanyak mungkin. Dia membayangkan, makanan anak raja
pasti enak dan lezat.
- Pagi-pagi hari, anak saudagar kaya itu telah datang menemui said.
Seperti anak-anak sebelumnya, dia harus menunggu waktu yang lama sampai
makanan dihidangkan. Akhirnya Said membawa piring dengan tiga piring
berisis tiga butir telur.
- “Ini makanannya, saya ke dapur dulu mengambil air minum,” kata Said seraya meletakkan piring itu di atas meja.
- Lalau, Said masuk ke dalam. Tanpa menunggu lagi, anak saudagar itu
langsung melahap satu persatu telur itu. Tidak lama kemudian, Said
keluar membawa dua gelas air putih. Dia melihat ternayata tiga telur itu
telah lenyap.
- “Mana telurnya?” tanya Said pada anak saudagar.
- “Telah aku makan.”
- “Semua?”
- “Ya, habis aku lapar sekali.”
- Melihat itu Said langsung tahu bahwa anak saudagar itu juga tidak
bisa dijadikan sahabat setia. Dia tidak setia. Tidak bisa merasakan suka
duka bersama. Sesungguhnya, Said belum makan apa-apa.
- Said merasa jengkel kepada anak-anak di sekitar istana. Mereka semua
mementingkan diri sendiri. Tidak setia kawan. Mereka tidak pantas
menjadi sahabat sejatinya. Akhirnya ia meminta izin kepada ayahnya untuk
pergi mencari sahabat sejati.
- ***
- Akhirnya, Said berpikir mencari sahabat di luar istana. Kemudian,
mulailah Said mengembara melewati hutan ladang, sawah, dan
kampung-kampung untuk mencari seorang sahabat yang baik.
- Sampai akhirnya, pada suatu hari yang cerah, dia bertemu dengan anak
seorang pencari kayu yang berpakaian sederhana. Anak itu sedang
memanggul kayu bakar. Said mengikutinya diam-diam sampai anak itu tiba
di pondoknya. Rumah dan pondok anak itu menunjukkan bahwa ia sangat
miskin. Namun, wajah dan sinar matanya memancarkan tanda kecerdasan dan
kebaikan hati. Anak itu mengambil air wudhu’, lalu shalat dua raka’at.
Said memerhatikannya dari balik pohon.
- Selesai shalat, Said datang dan menyapa, ”Kawan, kenalkan aku Said. Kalau boleh tahu, namamu siapa? Kau tadi shalat apa?”
- “Namaku Abdullah. Tadi itu shalat dhuha.”
- Lalu, Said meminta anak itu agar bersedia bermain dengannya, dan menjadi temannya.
- Namun, Abdullah menjawab, “Kukira kita tidak cocok menjadi sahabat.
Kau anak seorang kaya, malah mungkin anak bangsawan. Sedang aku, anak
miskin. Anak seorang pencari kayu bakar.”
- Said menyahut, “Tidak baik kau mengatakan begitu. Mengapa kau
membeza-bezakan orang? Kita semua adalah hamba Allah. Semuanya sama,
hanya takwa yang membuat orang mulia di sisi Allah. Apakah aku kelihatan
seperti anak yang jahat sehingga kau tidak mahu berkawan denganku?
Mengapa tidak kita cuba untuk beberapa waktu dulu? Kemudian, kau boleh
menilai, apakah aku sesuai atau tidak menjadi sahabatmu.”
- “Baiklah kalau begitu, kita bersahabat. Akan tetapi, dengan syarat,
hak dan kewajiban kita sama, sebagai sahabat seia dan sekata.”
- Said menyertai syarat yang diajukan oleh anak pencari kayu itu. Sejak
hari itu, mereka bermain bersama ; pergi ke hutan bersama, memancing
bersama, dan berburu binatang bersama. Anak tukang kayu itu
mengajarkannya berenang di sungai, menggunakan panah, dan memanjat pokok
di hutan. Said sangat gembira sekali berteman dengan anak yang cerdas,
rendah hati, dan setia. Akhirnya, dia kembali ke istana dengan hati
gembira.
- Hari berikutnya, anak raja itu berjumpa lagi dengan teman barunya.
Anak pencari kayu itu langsung mengajaknya makan di pondoknya. Dalam
hati, Said merasa kalah, sebab sebelum dia mengundang makan, dia telah
diundang makan.
- Di pondok itu, mereka makan seadanya. Sepotong roti, garam, dan air
putih. Namun, Said makan dengan sangat lahap. Ingin sekali rasanya dia
minta tambah kalau tidak mengingat, siapa tahu anak pencari kayu ini
sedang mengujinya. Oleh karena itu, Said merasa cukup dengan yang
diberikan kepadanya.
- Selesai makan, Said mengucapkan hamdallah dan tersenyum.
Setelah itu, mereka kembali bermain. Said banyak menemukan hal-hal baru
di hutan, yang tidak ia dapatkan di istana. Oleh sahabatnya itu, dia
diajarkan untuk mengenali dan membezakan jenis daun dan buah-buahan di
hutan; antara daun dan buah yang boleh dimakan, yang boleh dijadikan
obat.
- “Dengan mengenal jenis buah dan daun di hutan secara baik, kita tidak
risau jika suatu ketika tersesat. Persediaan makanan ada di sekitar
kita. Inilah keagungan Allah!” kata anak pencari kayu.
- Seketika itu, Said bahwa ilmu tidak hanya boleh didapat di madrasah
seperti di ibu kota kerajaan. Ilmu ada di mana-mana. Bahkan di hutan
sekalipun. Hari itu Said banyak mendapatkan pengalaman berharga.
- Ketika matahari sudah condong ke Barat, Said meminta izin kepada
sahabatnya itu untuk pulang. Tidak lupa, Said mengundangnya makan di
rumahnya pagi esok. Lalu, dia memberikan secarik kertas pada temannya.
- “Pergilah ke ibu kota, berikan kertas ini kepada tentera yang kau
temui di sana. Dia akan menghantarkanmu ke rumahku, “ kata Said sambil
tersenyum.
- “Insya Allah aku akan datang,” jawab anak pencari kayu itu.
- Pagi harinya, anak pencari kayu itu sampai juga ke istana. Dia sama
sekali tidak menyangka kalau Said adalah anak raja. Mulanya dia ragu
untuk masuk ke istana. Akan tetapi, apabila mengingatkan kebaikan dan
kerendahan hati Said selama ini, dia berani masuk juga.
- ***
- Said menyambutnya dengan dengan hangat, penuh rasa persahabatan dan
senyum gembira. Seperti anak-anak sebelumnya yang telah diundang makan
di ruang makan itu, Said pun menguji temannya ini. Dia membiarkannya
menunggu lama sekali. Namun, anak pencari kayu itu sudah biasa lapar.
Bahkan, dia pernah tidak makan selama beberapa hari. Atau, terkadang
makan daun-daun mentah saja. Dia hanya berpikir, seandainya semua anak
bangsawan boleh sebaik anak raja ini, tentu dunia akan tenteram.
- Selama ini, dia mendengar bahwa anak-anak pembesar kerajaan, senang
berfoya-foya. Namun, dia menemukan seorang anak raja yang santun dan
shalih.
- Akhirnya, tiga butir telur telah dimasak pun dihidangkan. Said
mempersilakan sahabatnya untuk makan. Anak pencari kayu itu mengambil
satu. Lalu, dia mengupas kulitnya perlahan-lahan. Sementara Said
mengupas dengan cepat dan menyantapnya. Kemudian, dengan senagaja Said
mengambil telur yang ketiga. Dia mengupasnya dengan cepat, dan
melahapnya. Sahabatnya selesai mengupas telur. Said ingin melihat apa
yang akan dilakukan sahabatnya dengan sebutir telur itu, apakah ia akan
memakannya sendiri atau…?
- Anak pencari kayu itu mengambil pisau yang ada di dekatnya. Lalu, dia
membelah telur itu menjadi dua; yang satu ditangannya, dan yang satunya
lagi, dia berikan kepada Said. Tidak syak lagi, Said pun menangis
dengan terharu.
- Lalu Said pun memeluk anak pencari kayu bakar itu erat-erat seraya
berkata, “Engkau sahabat sejatiku! Engkau sahabat sejatiku! Engkau
sahabatku masuk surga.”
- Sejak saat itu, keduanya bersahabat dengan sangat akrab. Persahabatan
mereka melebihi saudara kandung. Mereka saling mencintai dan saling
menghormati karena Allah Swt.
- Karena kekuatan cinta itu, mereka bahkan sempat bertahun-tahun
mengembara bersama untuk belajar dan berguru kepada ulama yang tersebar
di Turki, Syiria, Irak, Mesir dan Yaman.
- Bulan berganti bulan dan tahun, akhirnya keduanya menjadi dewasa.
Raja yang adil; ayahanda Said, meninggal dunia. Akhirnya Said diangkat
menjadi raja untuk menggantikan ayahandanya. Menteri yang pertama kali
dia pilih ialah Abdullah, anak pencari kayu itu. Abdullah pun
benar-benar menjadi sahabat seperjuangan dan penasihat raja.
- Meskipun telah menjadi raja dan menteri, keduanya masih sering
melakukan shalat tahajjud dan membaca Al-Qur’an bersama. Kecerdasan dan
kematangan jiwa keduanya mampu membawa kerajaan itu menjadi maju,
makmur, dan jaya; baldatun thayyibatun wa Rabbun Ghafur (Dipetik dari cerita sahabat syuga.
- - semoga sentiasa gembira dan sihat sejahtera. Sekiranya
kekurangan atau rasa lemah, jangan bimbang lagi. Ada orang yang
memerhati dan mengharapkan sentiasa ada kekuatan diri mengharungi .
- - bagus ya video itu. Macam-macam gaya si kecil buat. Pandai
betul bagi ceramah tentang Allah dan ad-din. Jegil sana- jegil sini,
walaupun ada beberapa perkataan tak jelas, lihat semua teletah pun rasa
dah tahu. Lucu gayanya. Berpusing-pusing cakap . Sempatpulak nak iklankan islamy
- -teruskan usaha apa-apa yang sedang dilakukan... mana y nk dapatkan elife utk family n nak ubah diri sndri, buat keja sampai dapat.. tak lupa jugak pd y nak fite utk club med!!!!! bulan ni pun kita ada misi besar utk naikkan crf elly jd Rf elly...Bersemangat dan jangan
cepat putus asa! kejayaan sedang menunggu di depan mata...
- -“Ya Allah, kurniakanlah kekuatan dan semangat buat hamba-Mu di
sana. Jika dia serba kekurangan, bantu dan lindungilah dia . Amin.
Subscribe to:
Comments (Atom)




